Tebing Tinggi (Humas). Hasil SK Penetapan Juara Olimpiade Bahasa Arab bahwa Raisya Maulida Lubis, Astri Wulandari, dan Akbar Hakim Barus, siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Tebing Tinggi sapu bersih juara tingkat kota Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke – 5 tahun 2022 yang diTetapkan oleh Forum MGMP Bahasa Arab Se-Indonesia pada Sabtu (20/8)

Pergelaran yang dihelat pada tanggal 11 Agustus 2022 yang lalu secara daring tidak hanya mengikutsertakan seluruh siswa madrasah tetapi juga terbuka untuk siswa SMA dan SMK se-Indonesia. “Ada 8 kategori yang dipertandingan dalam olimpiade ini yaitu kategori jenjang SMA/ SMK swasta, SMA/ SMK Negeri, jenjang MA Negeri, jenjang MA swasta, jenjang SMP Negeri/ swasta, Jenjang MTsN, Jenjang MTs swasta, jenjang SD/ MI Negeri dan swasta serta jenjang guru bahasa arab pendamping jika siswa peserta lomba mampu bersaing hingga tingkat nasional”, papar Muqorrobin Abror, M.Pd selaku guru pembimbing Raisya cs.

Berdasarkan rilis resmi surat keputusan (SK) penetapan juara OBA tingkat kota per tanggal 20 Agustus 2022, ditemukan puluhan SMA dan SMK yang juga berhasil tembus ke tingkat propinsi. “Memang kategori lombanya banyak, selain untuk keadilan agar siswa-siswa yang bukan berasal dari pesantren mendapatkan kesempatan bersaing dengan yang sederajat dan sekaligus meningkatkan semangat siswa untuk mencintai bahasa arab”, ujarnya.

Ketika dikonfirmasi tentang proses seleksi Muqorrobin Abror yang juga diamanahi sebagai ketua Forum MGMP bahasa arab kota Tebing Tinggi ini menyampaikan bahwa sebelum pelaksanaan OBA tingkat kota, beliau bersama guru bahasa arab lainnya, Juariah, S.Ag., M.Pd.I melakukan seleksi secara terbuka kepada 25 orang siswa kelas 11, 12 dan bahkan siswa baru.

“Kami beranggapan bahwa bisa jadi siswa baru yang melanjutkan pendidikannya ke MAN Tebing Tinggi ini memiliki modal dalam hal berbahasa arab baik karena alumni pesantren atau pernah mengikuti kursus bahasa arab. Terbukti Raisya yang saat ini masih sebulan belajar di MAN (kelas 10 – red) dan meraih peringkat 1 berasal dari pesantren padahal muatan soal – soalnya adalah materi pelajaran bahasa arab madrasah”, tuturnya. “Setelah ini, siswa yang lulus seleksi kota ini akan mendapatkan sertifikat penghargaan dan kembali diseleksi di tingkat propinsi. Jika mereka berhasil lanjut ke tingkat nasional maka saya pun dipastikan akan ikut seleksi dalam kategori lomba guru bahasa arab pendamping”, tutupnya sembari memohon do’a untuk kesuksesan siswa asuhannya. (SH).

By webman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.